Kamis, 18 September 2014
Sepenggal Elegi
Minggu, 07 September 2014
Selamat Malam, Kota Surabaya!
Selasa, 28 Januari 2014
Bapakmu Cinta Aku, Le!
Rabu, 22 Januari 2014
Terlambat Sepersekian Detik
Kamis, 14 Februari 2013
Aku, Kamu?
![]() |
| Beauty of Goa Cina Beach, Malang, Indonesia (Model by: Inne Orieska Putri) |
Rabu, 26 Desember 2012
Mayat Hidup
Selamat pagi, Embun. Cukup lama aku tak menyapamu, mungkin memang lama. Aku sedang sakit dan mungkin memang sedang kritis, aku terancam kehilangan beberapa organ tubuh vitalku; pandanganku mulai kabur dan tak lagi tajam, dokter bilang aku harus mencabut salah satu mataku atau kanker menjalar ke otak lalu aku menjadi mayat hidup; dokter bilang aku sedikit mati rasa, tak bisa lagi merasakan kesensitifan yang digadang-gadang oleh zodiakku sendiri bahwa aku adalah perasa ulung, aku harus mencabut satu-satunya hatiku; aku bahkan hampir tak bisa berpikir sempurna dan kehilangan daya abstraksi padahal ini adalah nilai tertinggi di tes IQ, iya, aku punya daya abstraksi yang terlampau tinggi dan itu hampir mati sekarang, dokter bilang aku harus memusnahkan otakku.
Rabu, 08 Agustus 2012
Hedonisme Palsu
![]() |
| Indra - Fahmi - Rochmad - Frizda - Didin Kedai 27 (Burger Buto), Malang - August 5th, 2012 |
Minggu, 29 Juli 2012
Malam #random
Rabu, 18 Juli 2012
Pagi Ini Gerimis
| "They fall in love" |
(Fahmi Rachman Ibrahim, 2012)
Sabtu, 07 Juli 2012
Selamat Datang Duapuluh - #SuperSe7en
Minggu, 01 Juli 2012
Komersial Eksklusif
Rabu, 16 Mei 2012
Latar
Senin, 30 April 2012
Fals
Sabtu, 17 Maret 2012
Acrostics
Rabu, 29 Februari 2012
Kabisat

Kamu kalah! Sudah jauh lebih dalam dari patah. Ya, ada ungkapan lain yang lebih buruk dari itu? Aku, aku orangnya, yang akhirnya mematah-pipihkan semua muasalmu dan berhasil membalikkan kenyataanmu sebagai individualis tertutup dan egois perasa pahlawan perasaan. Semua menjadi antonim di tanganku. Kubalikkan. Aku menang. Kamu patah.
Hari ini, menjelang hari empat tahun sekali, kamu telah menyatakan bahwa akulah pengubahmu, pembalikmu, dan semoga akhirnya nanti aku yang jadi imam atas jalanmu. Tidak ingin mengucapkan selamat? HAHAHAHAHAHA. Aku sayang kamu. J
(Fahmi Rachman Ibrahim, 2012)
Kamis, 26 Januari 2012
Limbah
Sudah beberapa menit sejak aku terinjak ketika aku sedikit tersesak
Ya, sedikit tersesak kataku karena aku tak mampu membuai pagi selayak saat pertama aku tiba
Tak mampu mengindahkan nada pada genting hening malam kosong
Aku hanya ingin berkisah tentang aku lagi, bukan siapapun lagi, bukan tentang peran kedua atau ketiga, namun peran pertama yang kusebut aku
Pada gumpalan maya menatap lantun krusial gundah, lalu aku terpaku, sendu, seperti jingga
Bukan tentang senja! Sudah kujelaskan, bukan, ini hanya tentang aku
Tentang aku yang sedang memilukan jengah pada nusa
Lalu menghempas hela karena duka, aku terpuruk pada elegi fajar!
Ego yang tertanam lalu tersesak hingga meletup-letup kepada butir gemetar
Sudah cukup yang tertanam, lalu menguak tumbuh mengeroyak memecah lapisan gersang yang memaksa amarah
Bisakah aku belajar memakan rerumput fana yang nyatanya rumit?
Ah, aku hanya terpuruk di antara kubangan tambak keruh yang kupinjam dari saudagar sebelah
Nyatanya yang terhirup hanya nitrogen-nitrogen bekas limbah pendustaan kelam, yang memang sengaja kuolah (maksudnya kupaksa, ya, sedikit penekanan) agar terlihat lebih kumuh
Sudahlah, kepada cermin yang kulihat saat ini, kau munafik!
(Fahmi Rachman Ibrahim, 2012)


.jpg)
