 |
| Sebuah Kedai Makan, Kota Malang, 2014 |
Aku pernah berkacamata, dulu saat masih rajin aku berduduk rapi dengan pemuda-pemuda nganggur di atas trotoar jembatan. Iya, aku pernah melakukannya. Gila, kan? Aku pernah berkacamata sejak masuk dunia kuliah. Sebuah dunia yang banyak siswanya yang sudah maha sering mengeluh bahwa tugas itu kejam, skripsi itu pembunuh, atau bahkan dosen itu tukang pemberi harapan.
Kuputuskan berkacamata hanya untuk kesehatanku. Kata dokter, mataku berpenyakit langka yang aku sendiri lupa namanya lima menit setelah beliau memberitahuku namanya. Aku suka berkacamata. Imejku pun sekejap menjadi laki-laki yang identik dengan kacamata dan seakan sudah menjadi karakter.